Contoh Surat Somasi Penagihan Hutang

No comment 117 views

contoh surat somasi

Contoh surat somasi penagihan hutang bisa juga sebagai wanprestasi atau ingkar janji, penipuan dan pencemaran nama baik. Dilengkapi dengan file doc dibawah ini sangat cocok buat kamu yang akan menegur rekan atau teman yang susah banget kalau ditagih hutangnya.

Ada kan orang dengan tipe-tipe seperti itu..., di belahan bumi manapun kayaknya ada deh, haha. Karena itu beberapa pengalaman pahit punya teman yang hobi nya pinjem uang tapi tiba-tiba hilang seolah ditelan bumi ketika akan ditagih harusnya bisa menjadi palajaran berharga bagi kita semua.

Membuat surat perjanjian diawal terjadi kesepakatan bisa menjadi solusi. Asalkan ada bukti otentik hitam diatas putih dan perjanjian sederhana, seharusnya sudah mempunya kekuatan hukum yang cukup untuk membuat para “Hutangers” segera membayar. Seandainya mereka tetap bandel dan mengelak beribu alasan, kita tinggal membuat surat somasi seperti contoh sibawah sebagai peringatan sekaligus teguran agar segera membayar hutang.

Contoh Surat Somasi Penagihan Hutang

Jakarta, 9 Juni 2017

Kepada
Sdr. Fitrah Wiyanto
Jl.Butonan No.56
Bogor, Jawa Barat

Perihal : Somasi (Teguran)

Kami, Indah Satyanigsih, S.H, Advokat dan kosultan hukum pada kantor Pure Law, beralamat di Gedung Kanya Indah Lt.5, Jl.Mayjen Suroso No.50 Jakarta Pusat, dalam kasus ini menindak lanjuti saudara atas nama Joni Satriyan, beralamat di Jl.Kampung Lama No.205 Jakarta Barat (Klien kami), berdasarkan Surat kuasa khusus tanggal 20 Mei 2017, dengan ini hendak memaparkan beberapa hal sebagai berikut :

  1. Bahwa berdasarkan surat perjanjian atau kesepakatan bersama tanggal 1 April 2016 antara saudara dengan klien kami, saudara sepakat akan melunasi hutang kepada klien kami sebesar Rp.150.000.000 (seratus lima puluh juta rupiah) paling lambat tanggal 10 Mei 2017;
  2. Bahwa terhadap jumlah nominal hutang saudara tersebut diatas, saudara belum sama sekali membayar uang satu rupiah pun kepada klien kami. Sehingga sisa hutang saudara masih utuh senilai nominal awal yaitu Rp.150.000.000 (seratus lima puluh juta rupiah)
  3. Bahwa terhadap sisa hutang saudara tersebut diatas, klien kami telah berusaha agar mengingatkan saudara dalam memenuhi kewajiban tersebut baik secara lisan maupun tertulis. Namun sebagaimana dikeluarkannya surat somasi ini saudara terlihat belum ada niatan untuk membayar hutang kepada klien kami.

Berdasarkan poin-poin tersebut diatas, maka kami mengingatkan kembali sekaligus memperingatkan saudara agar segera memenuhi kewajiban berupa hutang dalam jangka waktu 1 (satu) bulan terhitung sejak tanggal surat ini dikeluarkan sebesar Rp.150.000.000 (seratus lima puluh juta rupiah), secara tunai dan lunas.
Apabila sampai dengan batas waktu tersebut diatas saudara tidak kunjung memberikan i’tikad baik berupa pelunasan hutang ataupun penjelasan secara lisan, maka secara terpaksa kami harus melanjutkannya ke jalur hukum sesuai dengan kadarnya baik secara perdata maupun pidana.

Demikian surat somasi ini kami buat dengan sebenarnya tanpa ada manipulasi apapun. Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.

Hormat kami,
Kepala Pure Law

Indah Satyanigsih, S.H

Contoh surat somasi diatas bisa menjadi efektif jika diterapkan dengan baik dan benar. Tentu hal tersebut diawali dengan kesepakatan kedua belah pihak dalam bertransaksi jika kasusnya adalah pengihan hutang.

Akan tetapi kalau kasusnya adalah pencemaran nama baik, akan lebih disarankan untuk segera melakukan somasi terhadap pelaku akan tidak melakukan hal yang akan menyebabkan nama seseorang atau institusi menjadi buruk dimata orang lain.

Baca Juga : Contoh Surat Tanda Terima Barang Terbaru [+Doc]

Paling sering dikalangan masyarakat adalah seorang teman atau rekan dekat yang meminjam uang, sehingga kita seringkali agak segan kalau harus melibatkan surat perjanjian resmi.

Biasanya si hutangers itu sering menimpali, “Masa sama temen aja harus pake surat perjanjian..., ga usah lah bro, tenang aja, pasti gue bayar kok”. Dan akhirnya hilang entah kemana orang tersebut. Begitulah terkadang perlunya kita dengan surat somasi.

Ya mungkin dikomunikasikan lah sebaik mungkin dengannya, apabila nominal yang diinjam itu tergolong cukup besar bolehlah sedikit memaksa dan cari alasan yang logis kalau peminjaman ini harus benar-benar dengan surat perjanjian.

Tapi kalau jumlahnya sedikit, mungkin diskusikan secara lisan saja, yang baik tentunya.

Sekian, semoga bermanfaat dan terima kasih

Beritahu temanmu, share artikel ini !